Pages

Senin, 07 Mei 2012

Membuat Kerangka Karangan


Membuat Kerangka Karangan

Ada 2 macam karangan yaitu karangan yang bersifat fiksi dan karangan yang bersifat nonfiksi. Fiksi lebih kearah khayalan sedangkan nonfiksi lebih ke arah kejadian nyata (benar-benar terjadi). Penulisan karya tulis merupakan salah satu contoh karangan nonfiksi karena kejadiannya yang benar-benar dialami, atau dikerjakan. Sedangkan karangan fiksi contoh nyatanya adalah cerita pendek yang terkadang berupa cerita yang tidak mungkin terjadi.
Pada dasarnya, untuk menyusun karangan dibutuhkan langkah-langkah awal untuk membentuk kebiasaan teratur dan sistematis yang memudahkan kita dalam mengembangkan karangan.
Langkah-Langkah Menyusun Karangan.
1.  Menentukan tema dan judul
Sebelum anda mau melangkah, pertama kali dipikirkan adalah mau kemana kita berjalan? lalu bila menulis, apa yang akan kita tulis? Tema adalah pokok persoalan, permasalahan, atau pokok pembicaraan yang mendasari suatu karangan. Sedangkan yang dimaksud dengan judul adalah kepala karangan. Kalau tema cakupannya lebih besar dan menyangkut pada persoalan yang diangkat sedangkan judul lebih pada penjelasan awal (penunjuk singkat) isi karangan yang akan ditulis.
Tema sangat terpengaruh terhadap wawasan penulis. Semakin banyak penulis membiasakan membaca buku, semakin banyak aktifitas menulis akan memperlancar penulis memperoleh tema.
Namun, bagi pemula perlu memperhatikan beberapa hal penting agar tema yang diangkat mudah dikembangkan. diantaranya :
a. Jangan mengambil tema yang bahasannya terlalu luas.
b. Pilih tema yang kita sukai dan kita yakini dapat kita kembangkan.
c. Pilih tema yang sumber atau bahan-bahannya dapat dengan mudah kita peroleh.
Terkadang memang dalam menentukan tema tidak selamanya selalu sesuai dengan syarat-syarat diatas. Contohnya saat lomba mengarang, tema sudah disediakan sebelumnya dan kita hanya bisa memakainya.Ketika tema sudah didapatkan, perlu diuraikan atau membahas tema menjadi suatu bentuk karangan yang terarah dan sistematis. Salah satu caranya dengan menentukan judul karangan. Judul yang baik adalah judul yang dapat menyiratkan isi keseluruhan karangan kita.
2. Mengumpulkan bahan
Setelah punya tujuan, dan mau melangkah, lalu apa bekal anda? Sebelum melanjutkan menulis, perlu ada bahan yang menjadi bekal dalam menunjukkan eksistensi tulisan. Bagaimana ide, dan inovasi dapat diperhatikan kalau tidak ada hal yang menjadi bahan ide tersebut muncul. Buat apa ide muluk-muluk kalau tidak diperlukan. Perlu ada dasar bekal dalam melanjutkan penulisan.
Untuk membiasakan, kumpulkanlah kliping-kliping masalah tertentu (biasanya yang menarik penulis) dalam berbagai bidang dengan rapi. Hal ini perlu dibiasakan calon penulis agar ketika dibutuhkan dalam tulisan, penulis dapat membuka kembali kliping yang tersimpan sesuai bidangnya. Banyak cara mengumpulkannya, masing-masing penulis mempunyai cara sesuai juga dengan tujuan tulisannya.
3. Menyeleksi bahan
Setelah ada bekal, dan mulai berjalan, tapi bekal mana yang akan dibawa? agar tidak terlalu bias dan abstrak, perlu dipilih bahan-bahan yang sesuai dengan tema pembahasan. Polanya melalui klarifikasi tingkat urgensi bahan yang telah dikumpulkan dengan teliti dan sistematis. berikut ini petunjuk-petunjuknya:
a. Catat hal penting semampunya.
b. Jadikan membaca sebagai kebutuhan.
c. .Banyak diskusi, dan mengikuti kegiatan-kegiatan ilmiah.
4. Membuat kerangka
Bekal ada, terpilih lagi, terus melangkah yang mana dulu? Perlu kita susun selangkah demi selangkah agar tujuan awal kita dalam menulis tidak hilang atau melebar ditengah jalan. Kerangka karangan menguraikan tiap topik atau masalah menjadi beberapa bahasan yang lebih fokus dan terukur.
Kerangka karangan belum tentu sama dengan daftar isi, atau uraian per bab. Kerangka ini merupakan catatan kecil yang sewaktu-waktu dapat berubah dengan tujuan untuk mencapai tahap yang sempurna.
Berikut fungsi kerangka karangan :
a .Memudahkan pengelolaan susunan karangan agar teratur dan sistematis
b. Memudahkan penulis dalam menguraikan setiap permasalahan.
c. Membantu menyeleksi materi yang penting maupun yang tidak penting
Tahapan dalam menyusun kerangka karangan :
a. Mencatat gagasan. Alat yang mudah digunakan adalah pohon pikiran (diagram yang menjelaskan gagasan2 yang timbul)
b. Mengatur urutan gagasan.
c. Memeriksa kembali yang telah diatur dalam bab dan subbab
d .Membuat kerangka yang terperinci dan lengkap
Merangka karangan yang baik adalah kerangka yang urut dan logis. Bila terdapat ide yang bersilangan, akan mempersulit proses pengembangan karangan. (karangan tidak mengalir)
5. Mengembangkan kerangka karangan
Proses pengembangan karangan tergantung sepenuhnya pada penguasaan kita terhadap materi yang hendak kita tulis. Jika benar-benar memahami materi dengan baik, permasalahan dapat diangkat dengan kreatif, mengalir dan nyata. Terbukti pula kekuatan bahan materi yang kita kumpulkan dalam menyediakan wawasan untuk mengembangkan karangan.
Pengembangan karangan juga jangan sampai menumpuk dengan pokok permasalahan yang lain. Untuk itu pengembangannya harus sistematis, dan terarah. Alur pengembangan juga harus disusun secara teliti dan cermat. Semakin sistematis, logis dan relevan pada tema yang ditentukan, semakin berbobot pula tulisan yang dihasilkan.

Langkah Menuju Penulis Terekenal


LANGKAH MENUJU PENULIS TERKENAL

Menjadi penulis terkenal? Wah, siapapun pasti berkeinginan kearah sana. Bahkan para penulis pemula terus berusaha menulis adalah agar dapat menjadi penulis terkenal. Jika kita menjadi seorang penulis terkenal, maka kita tidak perlu keluar rumah untuk bekerja. Kita tidak perlu ngantor sebab kantor kita ya rumah kita. Kita tidak perlu menunggu diperintah orang sebab juragan dan pekerjanya adalah kita masing-masing.
Dunia tulis menulis memang telah menjadi satu profesi incaran banyak orang. Hal ini karena banyak sekali aspek kehidupan yang dapat dijadikan sebagai obyek kegiatan kepenulisan. Apalagi jika kita melihat fenomena terakhir, dimana budaya baca di negeri ini sudah mulai digalakkan, maka karya tulis menjadi harapan untuk menutup berbagai kebutuhan bacaan.
Jika kita mempunyai keinginan seperti itu, maka kita tidak boleh berkecil hati. Bagi penulis pemula, jangan pernah berpikir bahwa kita tidak mungkin menyamai mereka. Jangan pernah sekalipun berpikir seperti itu! Bagaimanapun, para penulis terkenal itu berangkatnya dari pemula. Mereka juga pernah pemula!
·         Mulailah sekarang!
Pingin menjadi penulis terkenal? Kenapa kita hanya diam saja? Lakukan sesuatu! Lakukan mulai sekarang! Kita harus mulai dari yang kecil. Dari yang kecillah, maka kita akan menjadi yang besar. Tidak mungkinlah jika tiba-tiba kita langsung besar!
Ya. Jika kita ingin menjadi penulis terkenal, maka kita harus mulai sekarang juga. Jangan biarkan segalanya berlalu tanpa kita sempat melakukan apapun. Jika kita tidak segera melakukan, maka sampai nanti-pun kita yang tetap seperti ini. Segala sesuatu harus dilakukan agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan.
Jangan seperti menunggu matahari di pagi hari! Matahari memang sebuah fenomena tanpa kesalahan. Matahari tetap akan muncul dan menyinari bumi walaupun kita tidak melakukan upaya untuk menerbitkan matahari tersebut. Tidak perlu upacara penyambutan di pagi hari, sebab matahari tetap akan muncul di sebelah timur dan tenggelam di sebelah barat. Itu adalah janji alam. Tetapi menjadi penulis terkenal adalah sebuah usaha.
Oleh karena itulah, maka lakukan mulai sekarang segala hal terkait dengan upaya menjadi penulis terkenal. Jangan pernah malas untuk memulai sebab segala hal memang harus dimulai agar dapat terwujudkan. Jika ingin mencapai sesuatu, maka mulailah melakukan sesuatu itu.
·         Jangan pernah menyerah!
Menyerah adalah sebuah kegagalan yang nyata dan kita sengaja! Jangan pernah lakukan hal tersebut. Jika kita lakukan, maka itu merupakan cerminan betapa kecil dan kerdilnya diri kita. Bahwa hidup ini adalah sebuah perjuangan panjang adalah sebuah keniscayaan yang tidak dapat kita pungkiri. Setiap kita harus terus berusaha agar dapat mencapai puncak keberhasilan hidup.
Dalam dunia tulis menulis menyerah adalah pantangan! Tidak ada kata menyerah untuk sebuah proses kreatif. Dan, menulis adalah salah satu bentuk proses kreatif yang harus terus diupayakan agar berhasil mencapai puncak kreativitas.
Sekali lagi, penulis yang sekarang sangat terkenal itu, awalnya berasal dari penulis pemula yang juga mengalami rasa minder untuk berjuang. Mereka berada dalam situasi kebimbangan yang begitu dalam. Mereka juga takut untuk mulai melakukan sesuatu untuk meraih keinginan menjadi penulis terkenal. Tetapi, kesadaran mereka membangkitkan semangat dan mereka tidak pernah menyerah untuk menggapai keinginannya tersebut.
Semangat pantang menyerah merupakan simbol keberhasilan. Dalam kehidupan ini berlaku hukum sebab akibat dan tidak dapat kita ingkari. Siapa yang berjuang, maka dialah yang mendapatkan hasil. Siapa yang bekerja, maka mereka yang mendapatkan gaji. Begitu pula dalam dunia tulis menulis. Siapa yang secara intens dan tidak pernah menyerah terus melakukan kegiatan tulis menulis, maka akan mencapai titik puncak keberhasilannya.
·         Jangan Terjebak Pada Kondisi!
Banyak orang ingin menjadi sosok yang besar, terkenal. Tetapi, ketika kita melihat konsep kehidupannya dan pola kehidupannya, ternyata sama sekali tidak mencerminkan sebuah kondisi yang mengarah pada pencapaian tujuan tersebut.
Kondisi yang seringkali menjebak adalah ketiadaan mood! Para penulis pemula seringkali mengatakan bahwa sedang tidak ada mood untuk menulis. Sungguh ini merupakan sikap negative dalam proses kreatif. Tidak hanya dalam dunia menulis. Dalam setiap kegiatan atau proses kreatif akan sangat merugikan bahkan sangat mengancam jika ada yang menjadikan mood sebagai kambing hitam untuk tidak melakukan kegiatan.
Terutama dalam proses kreatif penulisan, alasan tidak ada mood merupakan sebuah sikap yang sama sekali tidak dapat diterima. Jangan pernah ada alasan seperti itu jika kita ingin mencapai tingkat keberhasilan dalam dunia tulis menulis. Bahkan, seorang Pramoedya Ananta Toer, kalau tidak salah pernah mengatakan bahwa dia harus menulis di kertas bungkus nasi sebab tidak ada kertas untuknya saat berada di penjara.
Oleh karena itulah, untuk menjadi penulis terkenal, kita harus terus berusaha dan jangan pernah berhenti karena apapun! Sekarang, apakah Anda masih tetap bersikeras menjadi penulis terkenal? Maka, pahami semua yang telah diuraikan di atas!

Kreatifitas Menulis


KREATIFITAS MENULIS

Menjadi penulis tidak harus dari kalangan Pelajar atau Mahasiswa, Orangyang tidak tamat SD sekalipun sebenarnya bisa menulis. Tapi proses kreatifdalam penyampaiannyalah yang membedakan.
Karya tulis memang menuntut kreatifitas penulis dalam menyampaikan danmenuangkan gagasan. Yang mana bagaimana caranya agar pembaca bisa memahami danmengerti dengan maksud dan tujuan dari apa yang ditulis.
Penulis juga haruslah kreatif dalam memilih judul dan tema agar menarikperhatian pembaca. Karena judul bisa diibaratkan organ tubuh yang palingpenting. Kurang menariknya judul, membuat pembaca enggan untuk melanjutkan membaca.
Contoh,
Judul 1 : MAU KAYA HARUS KERJA
Judul 2 : TIDAK USAH KERJA KALAU MAU KAYA
·         Pada judul yang pertama, itu sudahlan merupakan sesuatu yang lumrah dansemua orang sudah tau tanpa harus dijelaskan. Pembaca pun akhirnya engganmelanjutkan membaca.
·         Untuk judul yang ke dua, itu sangatlah tidak mungkin bagi sebagianorang, tapi bagi otak kanan itu sangatlah mungkin. Lah kok ? bagaimana mungkinbisa Kaya kalau tidak bekerja ? Penasaran kan ? sama, saya juga penasaran...
Nah itulah yang dimaksud dengan kreatif, yang mana si pembaca merasapenasaran untuk membaca isinya.
Kemudian kreatifitas pemasaran, disini saya mengutip cerita AndreasHarefa. Sebelum menulis, perhatikan dahulu target pasarnya, semisal target kitaadalah para pelaku bisnis Multi Level Marketing (MLM). Kita bisa langsungmenawarkan dahulu berupa kerangka karangan ke perusahaan-perusahaan MLM sebelumkita tulis. Dan jelas, harus menarik perhatian supaya Client tertarik denganapa yang akan kita tulis. dalam ceritanya Andreas Harefa terbukti berhasildengan sistem ini, dengan menawarkannya kepada CNI, kemudian tertarik, lalumemesan dalam jumlah banyak sebelum terbit.
Jadi, Mari menulis kreatif.....

Cara Membuat Judul Yang Baik


Cara Membuat Judul Yang Baik

Beberapa orang berpendapat bahwa membuat judul untuk sebuah karangan fiksi itu sulitnya bukan main, tetapi ada juga beberapa orang yang berpikir sebaliknya. Judul suatu karangan, sederhananya memiliki fungsi untuk merepresentasikan garis besar cerita, apa yang membedakannya dengan karangan yang lain. Judul karangan adalah taruhan bagi seorang pengarang. Judul karangannya yang menarik dan eye-catching namun tetap tidak norak, akan membuat pembaca tertarik untuk membaca keseluruhan cerita. Namun demikian, judul tidak melulu tentang bagaimana cara membuat pembaca tertarik untuk membaca cerita Anda. Judul harus benar-benar dapat memberi batasan kondisi “here and now” cerita Anda pada pembaca. Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa judul juga berfungsi untuk menyetel “mental set” pembaca agar lebih siap dalam menikmati karangan Anda. Beberapa judul telah secara tidak langsung memberi tahu pembaca seperti apa karangan yang akan mereka baca, contohnya: “Misteri Pembunuhan Si Pendekar Kampus”, “Bangkit dari Kubur, “Cintapuccino”, dll.
Namun perlu diingat bahwa judul yang berlebihan malah akan dapat menjadi bumerang bagi Anda. Judul yang “too good too be true” bisa jadi membuat pembaca khawatir bahwa isi cerita di dalamnya tidak sedahsyat “aumannya”. Karena itu sebagai penulis, kita harus berhati-hati dalam menggarap judul. Judul yang kurang baik dapat membuat pembaca meninggalkan karangan kita sebelum sempat membaca paragraph pertama. Bagi penulis, itu adalah mimpi buruk.
Berikut ini adalah beberapa pertimbangan dalam membuat judul sebuah karangan.
1.   Cara termudah untuk membuat judul adalah, percaya atau tidak, dengan menampilkan setting di mana atau kapan cerita itu terjadi. Karena itu banyak dijumpai karangan berjudul, “Di Lereng Bukit…..”, “Di Pantai ….., “Kisah Sedih di Malam Minggu”, dll. Saya memandang cara itu sebagai cara yang paling “kurang kreatif” dalam membuat judul. Cara itu satu tingkat lebih tinggi dari kondisi putus asa dan khawatir jika tidak dapat membuat judul yang baik. Saya hanya akan melakukan cara itu jika benar-benar sudah mengalami kebuntuan, dan agaknya semua cara yang saya lakukan untuk membuat judul yang lebih baik, gagal. Cara itu bisa berhasil baik untuk pembaca yang kebetulan punya ikatan dengan tempat atau waktu seperti yang ditampilkan di cerita itu. Namun tetap dilihat dari sisi teknik penyusunannya, saya tidak merekomendasikan cara itu. Terkadang beberapa penulis cerdik memanfaatkan tehnik ini dan dapat berhasil. Caranya adalah mengaitkan judul dengan setting yang memiliki nilai emosional tersendiri, contoh: peristiwa gempa bumi di Yogya, tsunami di Aceh, penaklukan puncak himalaya, dll. Saran saya adalah, jika Anda memang ditempatkan pada kondisi yang mengharuskan Anda menggunakan metode ini, pilihlah secara cermat setting yang ingin Anda tampilkan sebagai judul. Jangan sampai pembaca merasa bahwa setting di judul ini hanya sekedar tempelan, dan tak punya nilai urgensitas.
2.  Cara terburuk lainnya untuk membuat judul adalah dengan menggambarkan dengan jelas sekali cerita Anda kepada pembaca, sehingga tanpa membaca cerita Anda pun, pembaca sudah bisa menebak akan ke mana cerita ini berakhir. Judul-judul senada : ”Tragedi....”, “Karma”, “Suatu Hari yang Sedih di….”, ”Kemalangan....”, sebaiknya tidak perlu sering-sering dipakai. Namun demikian saya tidak memungkiri ada beberapa penulis yang punya nyali untuk membuat judul ”Pembunuhan......” dan karangannya itu meledak di pasaran. Pada paragraf pertama, pembaca sudah disodori akhir cerita itu, yaitu meninggalnya ”Mr.....”. Namun demikian uniknya cerita itu mampu menggiring pembaca untuk sedikit demi sedikit membuka rahasia di balik kematian si tokoh di cerita itu. Cara itu adalah metode yang jenius, namun demikian tidak semua orang bisa melakukannya. Jika Anda tidak cukup percaya diri untuk melakukannya, cobalah cara yang biasa saja.
3.  Banyak penulis yang berkonsentrasi pada rima judul yang mereka buat. Itu adalah suatu pertimbangan yang bagus, karena perpaduan bunyi yang bagus biasanya dapat menggelitik pembaca. Pembaca akan berpikir bahwa penulis yang menciptakannya pastilah seorang yang kreatif. Ini sudah cukup dijadikan jaminan bahwa cerita yang dihasilkannya pun tentu bagus.
4.  Kita harus menyadari bahwa kadang kalimat yang pendek lebih efektif dan memiliki kesan lebih kuat daripada kalimat panjang yang bertele-tele. Coba saja, adakah kata makian yang terdiri dari kalimat yang panjang? Biasanya mereka malah terdiri dari dua suku kata saja.Namun demikian, jika Anda terpaksa harus membuat judul yang panjang, yakinkan bahwa Anda telah mencoba membacanya dengan keras dan juga menunjukkannya pada teman Anda,bahwa judul Anda tidak akan dipersepsikan lain. Panjangnya judul ini bisa disiasati dengan mensinkronkan bunyinya. Contohnya adalah salah satu karangan yang berjudul : ”Kutunggu
Datangmu Hanya Untukku”
Salah satu cara kreatif dalam membuat judul adalah memunculkan suatu kontradiksi. Ini dilakukan dengan cara memuat dua atau lebih unsur yang bertolak belakang, misalnya ”You Love Me, You Love Me Not”. Dengan cara ini pembaca biasanya akan menjadi penasaran dan selanjutnya membaca karangan Anda untuk menemukan hubungan tersebut.