Pages

Sabtu, 28 April 2012

Hidup Di Dunia


Hidup di Dunia

Apa itu dunia.?
Hanya ruang kosong belaka
Tempat menjalankan sandiwara
Tempat manusia menambah dosa
      Apa artinya hidup.?
      Melakukan sesuatu tanpa merasa cukup
      Berulang-ulang dalam satu lingkup
      Seakan semua tampak begitu sayup
Untuk apa hidup di dunia.?
Jika tanpa iman tak ada guna
Semakin lama akan menambah derita
Membuat raga hilang mati rasa
                                                                                                      Karya: Kanugrahan Akbar

Kasihmu Ibu


Kasihmu Ibu

Kakimu tampak melangkah tertatih
Dibalik wajahmu tersimpan rasa letih
Banyak cobaan yang membuatmu perih
Tapi kasihmu masih tetap putih
      Kadang kau mengeluarkan amarah
      Semua itu karena kau lelah
      Membimbingku agar lurus melangkah
      Membantuku mengatasi segala masalah
Aku tak bisa memberikan apa-apa
Atas kasihmu yang tak terkira
Aku tak pernah membuatmu bahagia
Tapi kau menyebutku disetiap do’a
                                                                                                    Karya: Kanugrahan Akbar

Menulis Dengan ATM

Menulis Dengan ATM

Sobat-sobat punya tabungan kan ? tentu ATM sudah tidak asingditelinga sobat. Biasanya kalo sobat mau ngambil uang atau transfer pastinyari ATM, karena lebih simpel dan tidak ribet.
ATM yang mau dibahas bukan ATM yang sobat kenal. Kecualimemang sobat  mau transfer uang ke saya baru saya bahas.. hehehe..
Udah ah, banyak basa-basi jadinya, syukur kalo beneran sobattransfer ke saya. Tp udah ah, saya nggak ngarep kok.... Dzigh !!!! Mau taunggak ni ?? Ngacung dulu ayoooo... Yuk.. brengkooot..
ATM ???
A = Amati, T = Tiru, M = Modifikasi
  • ·         Amati
Ada rekan penyair yang sajaknya sudah melejit dan banyakdimuat di media massa, saya sempat bertanya resep bagaimana cara agar bisadimuat di media massa. Dia bilang “Coba kamu pelajari sajak-sajak yang dimuatsetiap edisinya, kemudian kamu amati setiap karakter sajak pada masing-masingmedia. Jika diperhatikan setiap media memiliki karakter masing-masing, kemudiankamu amati juga karakter sajak yang kamu buat, dari situ kamu bisa menilaisajak yang kamu buat cocok dikirim ke media yang mana.”

  • ·         Tiru
Ada pengalaman dari rekan yang suka nulis juga, dan kitasudah biasa bertukar tulisan untuk saling komentari. Setelah dipelajaritulisannya, ternyata tidak jauh dari apa yang sering dibacanya, dari mulaitema-tema nya, latar, judulnya hampir mirip dengan buku-buku yang sering iabaca.
Nah maksudnya mengulas itu karena apa salahnya kalau kitamencoba meniru dahulu dari karya-karya penulis hebat yang sering kita baca. Bukankahpada saat kita mulai belajar bicara meniru ucapan-ucapan yang diajarkan orangtua kita. hehe... sayang nya nggak inget masa-masa itu. hikz hikzhikz..........
  • ·         Modifikasi
Setelah di amati pangsa pasarnya, kemudian meniru dulu dari karya-karyaorang lain sambil mengasah keampuan menulis sobat, baru ciptakan karakter daritulisan sobat dengan memodifikasinya, karena pada dasarnya karakter dalampenulisan itu sangatlah penting. Coba saja sobat perhatikan buku-buku yangsobat baca, masing-masing punya karakter dan keunikan tersendiri. Saya yakin,sobat sudah punya karakter ya....
Sekian dulu ya... panjang-panjang juga belum tentu dibacasemua.. Semoga bermanfaat, maaf saya juga masih belajar tulismenulis, jadi strukturnya masih acak-acakan... dan semoga bisa dipahami.

Tehnik Menulis Dengan Rumus


Tehnik Menulis Dengan Rumus

Begitu banyak jenis tulisan kalau kita mau menggolong-golongkannya. Ada fiksi dan nonfiksi. Ada berita hardnews dan analisa. Ada pula biografi, esai, artikel, skrip radio dan teve, editorial, weblog, surat cinta dan segudang lainnya. Jangan lupa, ada yang berkaitan dengan bisnis, seperti surat penawaran, minutes meeting, dan ribuan jenis business letter.
      Lupakan dulu kategorisasi yang memusingkan kepala. Karena sebagian besar jenis tulisan bisa dikatakan baik dan benar bila memenuhi rumus baku yang sama. Yakni 5W + 1H. Itulah rumus sakti yang menjadi pegangan saya ketika menjadi jurnalis di Bisnis Indonesia, majalah PROSPEK dan terakhir di majalah SWA (ya, profesi awal saya adalah jurnalis, kurang lebih lima tahun saya menjalaninya dengan penuh suka cita).
Rumus macam apa itu? Sederhana sekali:
·         W1=What
·         W2=Who
·         W3=When
·         W4=Where
·         W5=Why
·         H = How
WHAT adalah apa yang akan kita tulis. Tema apa yang ingin kita ungkapkan. Hal apa yang ingin kita tuangkan dalam tulisan. What ini bisa apa saja. Bisa soal “Lumpur Lapindo yang tidak selesai-selesai”, “Situs porno diharamkan dan akan diblokir Pemerintah”, “Bagaimana bisa menjadi kaya, sukses sekaligus mulia?” atau topik yang sedang hot di dunia gosip: “Apakah anak kandung Mayangsari juga anak kandung Bambang Tri?”.
What yang kita tentukan ini akan menjadi dasar untuk 4W lainnya. Mari kita ambil topik mengenai Mayangsari saja. Mumpung masih hangat.
WHO adalah siapa tokoh yang menjadi tokoh utama di WHAT. Dalam studi kasus ini, who-nya minimal bisa tiga tokoh: Mayangsari, Bambang Trihatmodjo, dan sang anak yang baru berusia dua tahun: Khirani Siti Hartina Trihatmodjo. Yang pertama dan kedua sudah amat terkenal. Sosok mereka sudah tertulis di mana-mana.
      Meski Who is Mayangsari sudah banyak yang tahu, masih banyak sisi lain yang menarik untuk dieksplorasi. Bahkan kebungkamannya mengenai tes DNA anaknya, menjadikan sosoknya makin layak tulis, sampai-sampai bagaimana ia merayakan ulang tahun anaknya secara diam-diam dan bagaimana ia menjenguk ibunya di rumah sakit dijadikan bahan pemberitaan. Suasananya hati Mayangsari digali dengan baik sehingga makin menegaskan sosoknya dalam menghadapi isu anak kandungnya.
Buat kita, yang tidak perlu jadi wartawan untuk bisa menulis sebaik mereka, Who harus menjadi bagian yang berkaitan dengan What. Kalau kita ketemu Who yang tidak dikenal target pembaca kita, maka kita harus mengupasnya dengan baik sehingga jelas keterkaitannya dengan What.
WHEN adalah waktu kejadian WHAT. Ini yang sering diabaikan oleh banyak penulis pemula. Kapan kejadiannya akan memberi tambahan informasi dan imajinasi pembacanya.
WHERE adalah tempat kejadian WHAT. Meski kelihatannya sepele, tempat kejadian ini punya makna. Ketika Jose Mourinho berkunjung ke Milan tiga hari lalu misalnya, segera merebak isu ia mau pindah ke Inter Milan. Coba kalau ia perginya ke Bali, kemungkinan besar tak akan ada isu itu.
WHY adalah mengapa terjadi WHAT. Ini yang paling menarik karena bisa dikupas dari berbagai sudut. “Permintaan tes DNA keluarga mantan presiden Soeharto terhadap anak Mayangsari” bisa dikupas dari sisi hukum, keluarga maupun pribadi. Bahkan kalau mau diseret jauh hingga ke dunia mistis, misalnya minta diteropong oleh ahli nujum.
HOW adalah bagaimana WHAT terjadi, bagaimana prosesnya, lika-likunya, dan sejenisnya.
Yang jelas, dengan 5W+1H, tulisan kita dari segi kelengkapan informasi – sekali lagi: kelengkapan informasi — tidak akan mengecewakan pembaca kita. Kalau ada yang kecewa itu biasanya karena disebabkan oleh kekurangtepatan kita mengungkap WHY dan HOW-nya di mata pembaca.
      Jangan salah faham: rumus ini bukan hanya untuk nulis artikel, esai atau tulisan serius lain. Bahkan surat lamaran kerja, undangan meeting, surat cinta bahkan diskusi pendek-pendek di berbagai milis, rumus ini amat penting untuk menghindari kesalahpahaman dan kekuranglengkapan informasi.
      Cukupkah berbekal rumus baku di atas? Tidak. Bagi mereka yang ingin menulis dan mendapat respon pembacanya, ada satu hal lagi yang tidak kalah pentingnya dari rumus 5W+1H. Yakni “Daya Tarik Tulisan”. Nanti akan dibahas dalam tulisan berikutnya.